Total Tayangan Halaman

Selamat Datang Bagi Semua

Blog ini berisi konten-konten yang menarik dari berbagai sumber, yang mungkin bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian..

Rabu, 12 Desember 2012

Sungai-Sungai Terindah Di Dunia

Di dunia ini terdapat bermacam-macam sungai yang menjadi objek wisata dunia. Sungai-Sungai berikut ini adalah merupakan sungai-sungai terindah di dunia yang keindahannya sudah terkenal di seluruh dunia.

Sepert dikutip Traveltamed, sungai-sungai terindah di dunia ini adalah sebagai berikut :

1. Sungai Zambezi, Zambia dan Mozambik



Sungai yang mengalir dari Air terjun Victoria ini, salah satu air terjun paling indah di dunia merupakan sungai indah yang menjadi sungai terbesar keempat di Afrika, yang melewati enam negara, termasuk Zambia dan Mozambik. Tidak cukup hanya air terjun Victoria saja yang ada di sungai ini, namun juga Air Terjun Chavuma dan Air Terjun Ngonye, yang memiliki pemandangan hutan hujan dan tundra Afrika disini. Sungai cantik ini sering digunakan sebagai sarana olahraga air.

2. Sungai Hanalei, Kauai, Hawaii



Sungai kecil di Pulau Kauai, Hawaii ini hanya memiliki panjang 25 kilometer. Namun, sungai ini adalah sungai indah yang dihiasi hutan tropis ditepinya, dan memiliki air yang cukup deras yang mengalir dari Gunung Wai'ale'ale dan berujung ke Tanjung Hanalei menuju Samudra Pasifik. Wisatawan yang mengunjungi sungai ini gemar melihat vegetasi kaya yang ada di sekitar sungai ini, dan juga kehidupan liar yang ada di dalamnya. Sungai ini juga disebut salah satu tempat paling romantis di hawaii, karena memiliki pemandangan matahari terbenam yang indah.

3. Sungai Kenai, Alaska



Sungai yang memiliki panjang 132 kilometer dari Danau gleser Kenai menuju Semenanjung Kenai ini memiliki pemandangan pegunungan yang mengelilinginya. Aliran sungainya melewati lereng Kenai yang ditutupi salju. Hutan dan pegunungan Severe Nordics yang juga diselimuti salju menjadi background sungai ini, memanjakan apra wisatawan yang kerap mendatangi sungai ini untuk memancing atau sekedar berkemah di tepi sungainya. Sungai ini dihuni spesies ikan Raja Salmon, salah satu spesies salmon terbesar.

4. Rio Futaleufu, Chili dan Argentina




Dikelilingi gunung api dan hutan Rio Futaleufu cukup panjang untuk melewati dua negara: Argentina dan Chili. Sungai ini dibentuk dari gletser dan berlanjut ke Pegunungan Andes sebelum berakhir di Danau Chili Yelcho. Karena arusnya yang cukup deras, sungai ini kerap menjadi sarana wisata petualangan seperti kayak atau rafting.

5. Sungai Yangtze, China



Sungai ketiga terbesar di dunia ini memiliki pesona pemandangan yang indah dan ekosistem yang kaya. Menjelajahi sungai ini berarti menjelajahi seluk beluk peradaban China kuno. Sungai ini memanjang 6.418 kilometer dari gleser Tibet di Pegunungan Tanggula menuju Laut China Timur di Shanghai. Kini sudah banyak kapal-kapal pesiar mewah yang membuka jalur wisata di sini.

Sungguh menakjubkan bukan sungai-sungai terindah di dunia tersebut. Semoga dapat membantu menginspirasi anda apabila ingin mencari tempat-tempat liburan baru.

Sabtu, 11 Agustus 2012

Ditemukan Fosil Manusia Purba Baru Jutaan Tahun Lalu

Jum'at, 10 Agustus 2012 06:17 wib
detail berita
(Foto: Redorbit)
NAIROBI - Peneliti menemukan fosil homo erectus baru yang diperkirakan telah ada sejak dua juta tahun lalu. Laporan yang diterbitkan peneliti melalui jurnal Nature pekan ini mengungkap adanya spesies Homo lain yang pernah hidup berdampingan dengan nenek moyang manusia.

Dilansir Redorbit, Jumat (10/8/2012), peneliti telah mencatatkan secara lengkap fosil manusia dan primata. Mereka juga memulai untuk melihat kompleksitas terkait evolusi manusia. Menurut laporan jurnal Nature, temuan ini meliputi rangka wajah, rahang bawah lengkap yang tidak biasa dan bagian dari rangka bawah berikutnya.

Ketiga bagian dari rangka tersebut telah ditemukan antara 2007 dan 2009 di dekat Lake Turkana di Kenya. Peneliti percaya fosil baru ini berhubungan dengan tengkorak parsial yang ditemukan 40 tahun lalu oleh Koobi Fora Research Project (KFRP), yang dipimpin oleh Meave dan Louise Leakey dan didanai oleh National Geographic.

Kabarnya, tengkorak itu memicu perdebatan tentang berapa banyak spesies Homo awal yang hidup bersama Homo erectus selama masa Pleistocene (sekira 2 juta tahun lalu). Fosil tengkorak ini dikatakan unik, yakni tidak mencakup gigi atau rahang bawah. Keunikan tersebut bahkan menjadi perdebatan yang berlangsung diantara komunitas ilmiah.

"Selama 40 tahun terakhir, kami telah melihat hamparan luas sedimen di sekitar Lake Turkana untuk fosil yang memiliki fitur unik dari wajah 1470 (sebutan peneliti untuk tulang unik tersebut). Fosil itu juga menunjukkan kepada peneliti, seperti apa gigi dan rahang bawah," tutur Meave Leakey dari KFRP sekaligus penjelajah National Geographic Explorer-in-Residence.

Menurutnya, apabila tiga fosil yang ditemukan itu digabungkan, maka akan memberi gambaran yang lebih jelas dari apa yang tampak seperti 1470. Namun belum diketahui apakah fosil itu merupakan spesies Homo yang pernah hidup berdampingan dengan Homo erectus.

"Fosil-fosil baru akan sangat membantu dalam mengungkap bagaimana cabang evolusi manusia pertama kali muncul dan berkembang pada dua juta tahun lalu," imbuhnya.

Kawah Meteor Berdiameter 25 Km Ditemukan di Arktik

Sabtu, 11 Agustus 2012 05:31 wib
detail berita
Kawah Prince Albert (foto: Live Science)
OTTAWA - Para peneliti di Arktik wilayah barat, Kanada telah menemukan bukti adanya kawah yang terbentuk ketika sebuah meteorit besar menabrak Bumi jutaan tahun yang lalu.

Diwartakan Live Science, Sabtu (11/8/2012), kawah tersebut memiliki ukuran garis tengah sekira 15 mil (25 kilometer). Kawah ini dinamai kawah Pangeran Albert, sesuai dengan semenanjung tempat ditemukannya.

Para peneliti tidak tahu persis kapan kawah tersebut terbentuk, tapi menurut pernyataan dari University of Saskatchewan, bukti menunjukkan kawah itu berusia antara 130 juta dan 350 juta tahun.

Sebuah tim ahli geologi menemukan kawah meteorit yang baru diidentifikasi ini ketika melakukan survei wilayah untuk potensi sumber daya energi dan mineral. Mereka awalnya tertarik dengan strata tajam miring yang terlihat di ngarai sungai dan fitur lain di tundra barat laut Victoria Island.

"Kecuali mengenali tanda-tanda, Anda tidak akan tahu apa yang Anda lihat. Anda mungkin melihat sekelompok batu patah dan bertanya-tanya bagaimana mereka sampai di sana, tetapi kami menemukan pecahan kerucut," jelas peneliti Brian Pratt.

Pecahan kerucut adalah fitur permukaan dengan pola bergelombang khas yang diketahui terjadi hanya karena tekanan luar biasa oleh meteorit atau ledakan nuklir bawah tanah. Terlebih lagi, Pratt mengatakan peta itu menunjukkan bahwa fitur tersebut memiliki bentuk melingkar. Bentuk ini merupakan karakteristik dari kawah.

"Dampak kawah seperti ini memberi kita petunjuk tentang bagaimana kerak bumi didaur ulang dan kecepatan erosi, serta dapat memiliki pengaruh dalam kepunahan hewan di masa lalu," kata Pratt.

Kamis, 12 April 2012

Makhluk yang dianggap sebagai Cadborosaurus terekam kamera di teluk Nushagak, Alaska

Pada tahun 2009, ada desas-desus kalau seorang nelayan di Alaska telah berhasil merekam makhluk misterius yang disebut sebagai Cadborosaurus dan menyerahkan hasil rekaman itu kepada Discovery Channel. Desas-desus itu ternyata benar dan pada hari ini Discovery channel akan menayangkan rekaman tersebut secara exclusive.



Apakah kita telah mendapatkan bukti keberadaan makhluk cryptid Cadborosaurus?

Bisa saja. Walaupun masih terlalu jauh untuk menyimpulkannya dengan pasti.

Rekaman yang menarik ini diambil oleh seorang nelayan di teluk Nushagak, Alaska, pada tahun 2009, dan akan ditayangkan perdana hari ini pada acara "Hillstranded", sebuah dokumenter spesial dari Discovery Channel.

Pada rekaman tersebut, terlihat adanya seekor (atau lebih) makhluk panjang seperti ular sedang berenang di teluk. Ukurannya kurang lebih sekitar 6 sampai 9 meter dengan punuk di punggungnya. Makhluk itu juga menyemburkan air dari punggungnya seperti seekor ikan paus. Ini cukup luar biasa karena tidak ada ikan yang menyemburkan air dari punggungnya selain paus. Makhluk dalam rekaman tersebut, jelas bukan seekor paus.

Ini screen shot rekaman tersebut. Kalian bisa menyaksikan cuplikan dari discovery channel di akhir postingan ini.

Ketika melihat makhluk dalam rekaman tersebut, mungkin orang-orang akan segera menghubungkannya dengan Nessie, cryptid paling termashyur di dunia dari Lochness, Skotlandia. Namun, para cryptozoologyst yang menyaksikannya menemukan kalau makhluk itu lebih mirip dengan makhluk cryptid lainnya, yaitu Cadborosaurus, yang diberi nama berdasarkan teluk Cadboro di British Columbia, tempat makhluk jenis ini pertama kali ditemukan.

Paul LeBlond, mantan kepala Department of Earth and Ocean Sciences di universitas British Columbia mengatakan kepada Discovery News kalau ia sangat terkesan dengan rekaman tersebut. LeBlond pernah membantu menulis buku mengenai Cadborosaurus yang berjudul "Cadborosaurus: Survivor from the deep".

"Walaupun rekaman itu diambil pada situasi yang sedikit hujan dan kapal yang bergoyang, rekaman itu terlihat sangat asli."

Cadborosaurus sendiri memiliki nama julukan Cadborosaurus Willsi, yang berarti reptil atau kadal dari teluk Cadboro. Namun, kadang-kadang orang-orang hanya menyebutnya sebagai Caddy.

Makhluk ini dianggap sebagai salah satu jenis ular laut yang memiliki kepala seperti kuda, mata yang besar dan punggung yang berpunuk.

Penampakan makhluk seperti ini telah dilaporkan selama puluhan tahun. Namun baru pada tahun 1937 ditemukan bangkainya di Queen Charlotte Island, British Columbia. Bangkai itu ditemukan di dalam perut seekor ikan paus.

Sejak saat itu, nama Cadborosaurus mulai dikenal secara luas.
Bangkai Cadborosaurus yang misterius itu kemudian diteliti dan disimpulkan sebagai bangkai anak paus. Namun kesimpulan ini ditolak oleh sebagian orang, termasuk oleh pekerja yang menemukannya pertama kali.

Misteriusnya, bangkai itu kemudian hilang entah kemana.

Karena itu, rekaman Alaska menjadi sangat penting bagi para cryptozoolgyst yang ingin meneliti kembali kemungkinan keberadaan makhluk ini.

Banyak peneliti percaya kalau Cadborosarus adalah sejenis belut raksasa atau Frill Shark (Yang memang berbentuk mirip belut). Namun LeBlond menyangsikannya karena gerakan makhluk yang terlihat dalam rekaman tidak seperti gerakan seekor ikan.

"Pastilah makhluk (dalam rekaman) itu sejenis reptil atau mamalia karena ia bergerak naik turun (berosilasi) secara vertikal. Ikan sendiri bergerak ke kiri dan kanan."

Tentu saja satu-satunya cara untuk menentukan identitas makhluk itu adalah dengan menemukan makhluk misterius tersebut. Rekaman ini mungkin bisa menjadi patokan bagi para cryptozoolgyst.

Jim Covel, senior manager pada Monterey Bay Aquarium, menyimpulkannya dengan sangat baik.

"Kita memang masih menemukan banyak spesies baru di dalam lautan sehingga memungkinkan beberapa orang untuk mengakomodasi pikiran-pikiran seperti ini dan mengisi kekosongan yang ada dengan imajinasi. Namun, hal ini menunjukkan betapa eksplorasi ilmiah sangat dibutuhkan."
Siapa tahu, mungkin suatu hari Cadborosaurus yang misterius itu akan muncul kembali.

Sabtu, 01 Oktober 2011

Pesawat Canggih Ini Mampu Terbang Tanpa Henti


Terinspirasi dari burung Godwit, yang mampu terbang ribuan kilometer, tanpa makan.


Lockheed Stratoliner (Daily Mail)

VIVAnews -- Para ilmuwan Lockheed mengambil inspirasi dari alam untuk membuat desain pesawat masa depan yang canggih: mampu terbang tanpa henti, dengan bahan bakar yang ramah lingkungan. Namanya: Lockheed Stratoliner.

Seekor burung Godwit yang menyumbang ide. Burung berekor batang itu adalah pemegang rekor dunia, dalam kategori terbang tanpa henti. Bahkan, spesies burung Australia itu diketahui mampu terbang sampai Alaska, tanpa berhenti makan, menempuh jarak menakjubkan, 7.256 mil atau sekitar 11.677 kilometer.

Takjub dengan kemampuan burung itu, desainer William Black mengambil sayapnya sebagai inspirasi -- untuk membuat sebuah jet 'tanpa emisi' menjadi konsep Lockheed Stratoliner. Pesawat ini akan menggunakan sayap seperti burung, yang berfungsi meningkatkan daya angkat.

Idenya adalah sebuah jet yang dapat terbang ke mana saja di Bumi - tanpa memancarkan polusi apapun. Bahan bakarnya menggunakan hidrogen.

Jalan masih panjang untuk mewujudkan mimpi itu. Selama ini, bahan bakar hidrogen baru diuji coba pada pesawat kecil.

Konsep yang dibuat Black mengilustrasikan, pesawat tanpa emisi yang bisa terbang ke mana pun di seluruh dunia -- mengunakan daya angkat aerodinamis ekstrem, untuk mencapai ketinggian di mana tekanan udara berkurang. Sehingga, pesawat bisa melayang seperti burung.

Laman milik Black, sang desainer, di Yanko Design mengatakan, "sayap berukuran besar menghasilkan energi pengangkatan dalam jumlah besar dan memungkinkan pesawat terbang di ketinggian." Jet ini menggunakan empat mesin Cryogenic Hydrogen Turbofan yang tidak mengakibatkan emisi dan bisa menyimpan bahan bakar. (eh)

Stratoliner 2
• VIVAnews

Hadapi Tsunami, Jepang Ciptakan 'Bahtera Nuh'

Cosmo Power mengembangkan versi modern dari 'perahu Nabi Nuh'. Seperti apa?



Ilustrasi perahu Nabi Nuh (www.maritimequest.com)

VIVAnews -- Sekitar 4.000 tahun lalu, banjir besar melanda Bumi. Sebelum bencana mahadahsyat itu terjadi, wahyu turun pada Nabi Nuh. Ia diperintahkan membuat perahu besar, untuk menyelamatkan manusia dan mahluk hidup lainnya.

Seperti dimuat FOXnews, Jumat 30 September 2011, kisah itu menginspirasi sebuah perusahaan kecil di Jepang -- negara yang langganan dilanda tsunami.

Perusahaan bernama Cosmo Power mengembangkan versi modern dari 'perahu Nabi Nuh', jika bencana gempa dahsyat dan tsunami kembali menerjang Negeri Sakura.

Jangan bayangkan kapal besar yang bisa menampung ribuan manusia dan para hewan sekaligus. Yang ini adalah versi miniaturnya. Kapsul yang dikembangkan Cosmo Power berbentuk bulat, berwarna kuning, mirip bola tenis besar.

Menurut Cosmo Power, kapsul ini dibuat dari bahan fiber glass yang disempurnakan, yang bisa menyelamatkan penggunanya dari bencana -- seperti yang melanda Jepang 11 Maret 2011 lalu. Kala itu, tsunami menerjang Pantai Utara Jepang, menyebabkan hampir 20.000 orang tewas atau hilang. Gempa dan tsunami juga menyebabkan reaktor nuklir Fukushima bocor. Jepang menghadapi musibah nuklir terbesar pasca Perang Dunia II.

Direktur Cosmo Power, Shoji Tanaka mengatakan, kapsul tersebut bisa menampung empat orang dewasa. Ia mengklaim 'perahu Nabi Nuh' ciptaannya ini telah lolos uji kecelakaan. Shelter berbentuk bulat ini memiliki lubang pernafasan di atas. Jika tak ada bencana, kapsul ini juga memiliki fungsi: rumah mainan untuk anak-anak.

Cosmo telah mulai memproduksi kapsul tersebut awal bulan ini. Sudah ada 600 pesanan yang masuk ke perusahaan, termasuk dua yang telah diantar. Penasaran dengan bentuk 'perahu Nabi Nuh' versi Jepang?

Versi yang dibuat Cosmo Power jauh lebih sederhana daripada produk Perusahaan Vivos, yang berbasis di Kota Del Mar (California). Perusahaan itu membuat bunker untuk menghadapi 'Hari Kiamat' yang terletak di bawah gurun Mojave, bunker itu dirancang untuk membuat penghuni aman dari serangan nuklir dan bencana alam sekaligus membuat mereka tetap nyaman, seperti tinggal di rumah.

Kompleks 'bunker kiamat' itu dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari atrium, tempat fitness, hingga penjara. Setiap bunker akan dilengkapi dengan televisi layar datar, dapur, hingga mesin cuci.
• VIVAnews