Total Tayangan Laman

Selamat Datang Bagi Semua

Blog ini berisi konten-konten yang menarik dari berbagai sumber, yang mungkin bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian..

Kamis, 02 Desember 2010

Sabar, Ada Batasnya Tidak?

“Sabar sih sabar. Tapi sabar saya kan ada batasnya!”  Apakah Anda pernah mengucapkan hal itu? Atau pernah mendengar perkatan itu? Apakah memang sabar itu ada batasnya?
Bila kita melihat di sekeliling kita, betapa kita mudah marah hanya karena masalah sepele. Kita belum terbiasa bersabar dalam menghadapi kejadian negatif.  Perkelahian yang berujung maut pun terkadang hanya dikarenakan masalah sepele, apakah saling ejek, saling tatap, dlsb.  Hebatnya lagi perkelahian itu menjadi antar warga/antar kampung….ckckckck..
Sedemikian mudahkah kita dikendalikan oleh nafsu amarah kita?
Sabar untuk selalu dalam kebaikan kita rasanya harus kita pertahankan untuk tiada berbatas.  Bila kita berbuat baik, apa pun itu bentuknya, dan kepada siapa pun itu, tentu kita tidak terpengaruh oleh respon yang kita terima. Bisa jadi  responnya berterima kasih atau mungkin malah meremehkan atau mengejek.
Kita tetap akan berbuat baik lagi bukan?  Karena kalau kita berhenti melakukan perbuatan baik, hanya karena respon negatif, … ya sampai di situ saja lah umur perbuatan baik kita. Dan jelas niat kita berbuat baik menjadi bukan lillahi ta’ala….
Sabar untuk tetap lemah lembut dalam mendidik anak-anak kita,  sabar untuk melayani orang tua kita dan para tetangga, sabar mematuhi peraturan di kantor maupun jalan raya meskipun orang lain melanggarnya, dan sabar lainnya.
Bersabar untuk tetap di jalan-Nya (istiqomah) tentu harus kita pertahankan bukan?  Apalagi Tuhan Yang Mahakuasa Alloh SWT menyukai dan bersama orang-orang yang sabar dan bersyukur. Berikut ini ayat-ayat Alquran tentang fadilah (keutamaan) sabar.
Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS 33:35)
Jangan mengira orang-orang yang sabar, itu adalah orang yang kalah.  Karena Alloh bersama orang-orang yang sabar.
Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS 2: 153)
Orang-orang yang berjuang bersama para nabi adalah orang-orang sabar (lihat QS3:146). Alloh SWT menyukai mereka. Tak maukah kita menjadi golongan orang sabar ini?
Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. (QS 3: 146)

Sabar terhadap apa pun yang menimpa kita.  ITU KEWAJIBAN Loh… Lihat ayat di bawah. Karena sesungguhnya itu adalah sudah kehendak dan ketentuan-Nya. Sabar di kala mendapat kesusahan/musibah, sabar pula ketika mendapat kesenangan. Tanda sabar kita saat menerima musibah adalah seketika/serta merta kita mengucapkan Innalilaahi wainna ilaihi roji’un…  dan tidak berlarut-larut dalam kesedihan, bertawakal kepada Alloh.
Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (QS 31: 17)
Dan masih banyak ayat-ayat tentang sabar dalam Alqur’an.
SABAR ITU TIADA TERBATAS.
Bila kita sudah membatasi kesabaran kita… maka sama saja itu berarti membatasi kebersamaan Alloh SWT bersama kita bukan?
Kisah tentang kesabaran itu di antaranya adalah tentang cerita Rasulullah SAW yang ketika berjalan menuju masjid untuk sholat berjamaah, selalu diludahi seorang kafir.  Rasulullah tidak marah. Sehari, dua hari, dan ketika orang kafir itu tidak ada sehingga tidak ada lagi yang meludahi, Rasulullah justru bertanya, di mana si Fulan yang biasa meludahiku?
Sahabat menjawab “Sakit ya Rasulullah…”
Apa yang terjadi selanjutnya?
Rasulullah malah menjenguk orang tersebut, membawa buah tangan, bersilaturahim dan mendoakannya. Bagaimana hatinya tidak luluh dengan keluhuran budi Rasulullah?
Tentu Anda juga banyak mendengar kisah kesabaran para sahabat nabi.
Kiranya bisa menjadi bahan inspirasi untuk Anda.

kompas.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar